Kadis KP Lampung Sebut Ribuan Ikan Mati Mendadak di Danau Ranau Fenomena Alam

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Ribuan ekor ikan di Danau Ranau, Kecamatan Lumbok, Seminung, Kabupaten Lampung Barat mendadak mati.


Hal ini menyebabkan petani keramba jaring apung (KJA) mengalami kerugian yang cukup besar.


Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, matinya ikan yang terjadi di Danau Ranau itu merupakan fenomena alam yang sebelumnya juga pernah terjadi.


"Itu fenomena alam, yang pasti kita akan ambil sampel dulu, nanti hasilnya kita kasih tahu," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni, Jumat (13/1/2023).


Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sekitar puluhan ton ikan mati mendadak akibat kandungan oksigen dalam air sangat rendah.


Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung telah turun ke lokasi untuk melakukan pengkajian, termasuk mengambil sampel untuk mengetahui penyebab pasti matinya puluhan ribu ekor ikan tersebut.


"Kita sedang mengkaji. Nanti hasilnya seperti apa akan disampaikan. Kita baru turun ke lapangan, belum tau jumlah pasti ikan yang mati, nanti akan saya informasikan, saat ini kita sudah ambil sampelnya," kata Liza, dilansir Kumparan.


Terkait bantuan bagi petani keramba jaring apung yang merugi akibat ikan mati, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat.


"Kita lihat dulu, karena itu wilayah Kabupaten Lampung Barat, jadi Kabupaten Lampung Barat yang biasanya melakukan itu. Kita melakukan pembinaan, dari segi keamanan lingkungan kita perhatikan, jangan asal tebar ikan tapi tidak memperhatikan jumlah yang ditebar, jarak antara keramba harus tau juga," jelas Liza. (*)

Tags
To Top